SUNMARINDO.COM (YOGYAKARTA) – Ekonomi kreatif dan inovasi adalah sebuah konsep di era digital yang mengintensifkan dan kreatifitas dengan mengandalkan ide dan pengetahuan dari sumber daya manusia sebagai faktor produksi.

Bakpia JOGKEM Grup Yogyakarta yang di pimpin oleh Ariyanto, SE, M.MPar mengajak kerjasama Unit Pelaksana Zakat (UPZ) Kapanewon Mantrijeron di KUA Mantrijeron dan dalam hal ini Ustadz H. Nunuk untuk melakukan pelatihan ekonomi kreatif yaitu pelatihan pembuatan sabun cuci piring, yang dilaksanakan setiap hari Kamis sore.

“Pelatihan pembuatan sabun cuci piring ini merupakan ujud kepedulian Bakpia JOGKEM kepada masyarakat di sekitar outlet Bakpia JOGKEM di Mangkuyudan Mantrijeron, agar masyarakat bisa memiliki usaha dan mendapatkan penghasilan,” ujar Arya.

Ustadz H. Nunuk mengatakan bahwa, pelatihan ekonomi kreatif dan kewirausahaan ini ditujukan untuk ibu-ibu jamaah pengajian masjid, takmir atau remaja masjid se Kapanewon Mantrijeron dengan melihat langsung proses pembuatan sabun cuci piring. Pembuatan sabun cuci piring yang dilaksanakan Kamis (16/2/23) bertempat di Masjid Sutan Sulaiman Dukuh RT 79 Mantrijeron Kota Yogyakarta merupakan tempat yang ke 11 yang sudah diadakan pelatihan pembuatan sabun cuci piring dan bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang pembuatan sabun cuci piring.

“Setiap pelatihan, tim dari Bakpia JOGKEM ini juga membagikan satu botol sabun cuci piring kepada peserta yang ikut pelatihan,” katanya kepada Sunmarindo.com.

Agus Susanto merupakan trainer dari PT Lautan Mitra Investama (PT LMI) mengatakan bahwa alat-alat yang dipakai (ember, toples, pengaduk, botol dan lain-lain) serta bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan sabun cuci piring sangat mudah untuk didapatkan serta tidak berbahaya, diantaranya yaitu NaCI, Texapon, EDTA-Na, Sodium Sulfat, Booster Amphitol dan pewarna makanan yang berwarna hijau serta aroma jeruk. Didalam pelatihan ini, juga diberikan bagaimana cara memperoleh bahan baku, botol kemasan dan stiker serta kiat-kiat pemasaran produk.

Paryadi, selalu Ketua Takmir Masjid Sutan Sulaiman menyampaikan bahwa, pelatihan yang dilakukan tim dari Bakpia JOGKEM sebagai bentuk bakti sosial kepada umat/masyarakat ini sangat bagus, dan dapat melatih masyarakat agar lebih kreatif agar bisa membuat sabun cuci piring sendiri sehingga bisa menghemat ekonomi dan bisa menjadi sumber penghasilan tambahan ke depannya, dikarenakan sudah mempunyai usaha.

“Ibu-ibu jamaah Masjid Sutan Sulaiman sangat antusias mengikuti kegiatan pembuatan sabun cuci piring, karena mereka ingin mengetahui cara pembuatan sabun cuci piring dan akhirnya bisa dibawa pulang dan dicoba dirumah,” ungkap Paryadi.

Adapun tempat atau masjid yang sudah diberikan pelatihan adalah rumah H. Nunuk, dimana perserta dari Orangtua/wali anak Yatim Piatu se Kalurahan Gedongkiwo, Masjid Nur Rohman, Masjid Agung Condronegaran, Masjid Ngadi Danu Manunggal, Masjid Al Huda Harnas, Masjid Mustaqim, Masjid Miftahul Huda, Masjid Al Ihsan, Masjid Quba, Masjid Raudhatul Janah dan Masjid Sulaiman. (AGS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *