
SUNMARINDO.COM (Bantul) – Sebanyak 178 siswa dan 20 guru pendamping dari Jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) SMK Negeri 1 (STM Pembangunan) Temanggung mengunjungi CV. Windra Mekar. Kunjungan industri tersebut dalam rangka Implementasi Kurikulum Merdeka dalam mewujudkan profil pelajar pancasila. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin (8/5/23) mulai pukul 08.00 sampai selesai. Kegiatan ini diawali dengan penjelasan terkait pengolahan dan pemasaran diselenggarakan di ruang seminar UMBY diakhiri dengan melihat peralatan laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian, Fakultas Agroindustri.
Prof. Dr. Ir. Dwiyati Pujimulyani, M.P. selaku direktur CV. Windra Mekar, sekaligus Kaprodi Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mercu Buana Yogyakarta menyambut hangat kedatangan para siswa dan guru pendamping dari SMK Negeri 1 Temanggung. Prof. Dwiyati menyatakan bahwa kunjungan industri dari SMK Negeri 1 Temanggung ke CV. Windra Mekar bukan kali pertama dilakukan, namun sudah beberapa kali. Para siswa terlihat antusias saat melaksanakan kunjungan ke CV. Windra Mekar karena ingin melihat lebih jauh terkait pengolahan herbal yang dijadikan beragam minuman instan yang praktis.

Dalam pemaparannya, Prof. Dwiyati menjelaskan bahwa CV. Windra Mekar merupakan produsen dari produk hilirisasi penelitian kunir putih untuk pengabdian masyarakat. Manfaat kunir putih diuraikan oleh Prof. Dwi yaitu bisa membantu menormalkan kolesterol, trigliserid, diabet, asam urat Pengguna kunir yang ada benjolan, kista atau tumor bisa mengecil dan normal dengan rutin minum kunir putih. Penyakit jantung membaik dengan kunir putih dipadu dengan kunir hitam. Penyakit hepatitis B bisa membaik dan beraktivitas normal setelah minum kunir putih dipadu dengan temulawak, alhamdulillah.
Selain produk dari kunir putih, industri CV. Windra Mekar juga memproduksi bubuk instan dengan merk ESEM: temulawak, jahe, secang, dan kunyit yang bermanfaat sebagai minuman alami yang menyegarkan dan menyehatkan bagi masyarakat luas. Minuman Esem untuk edukasi pada generasi muda bahwa minum jamu enak dan seger serta tidak pahit.
“Produk dari industri kami merupakan wujud hilirisasi penelitian yang sudah kami lakukan selama 20 tahun, dan sudah banyak masyarakat merasakan manfaat dari konsumsi kunir putih, salah satunya dapat meningkatkan daya imun tubuh”, ujar Prof. Dwiyati.
Prof. Dwiyati juga menceritakan kisah perjalanan merintis usaha kunir putih kepada para siswa. Dalam perjalanan merintis usahanya, Prof. Dwiyati berjuang dari bawah, yang awalnya memproses kunir putih yang dijadikan bubuk dengan proses packing sendiri, kini berhasil menjadi direktur CV. Windra Mekar memberdayakan masyarakat sekitarnya.

“Kegiatan ini, tentunya sangat bermanfaat bagi siswa kami untuk belajar tentang produk herbal yang selama ini dipelajari dan praktekkan, terutama produk simplisia. Siswa menjadi memiliki wawasan yang lebih luas terkait dengan hasil olahan produk herbal.” Ujar Siti Nur Azizah yang merupakan salah satu guru SMK 1 Temanggung.
Terakhir, Prof. Dwiyati memberikan buku “Penggembala Itik menjadi Profesor” yang merupakan karyanya untuk para siswa yang aktif bertanya saat kegiatan berlangsung. Hal ini untuk menambah semangat para siswa rajin belajar agar sukses. Selain itu direktur CV Windra Mekar memberi 2 buku karangannya dengan judul Kunir putih jenis mangga senjata ampuh jaga kesehatan pascapandemi bisa dibaca di perpustakaan SMK N 1 Temanggung.
