
Reporter: K. Herman S.
SUNMARINDO.COM (Yogyakarta) – Merujuk pada tema Sensus Pertanian Nasional 2023 (ST2023) “Mencatat Pertanian Indonesia untuk Kedaulatan Pangan dan Kesejahteraan Petani” memproyeksikan tujuan ST2023 mampu menghasilkan data yang berkualitas sehingga dapat menjadi landasan yang valid dalam perumusan kebijakan di bidang pertanian.
Informasi yang dikumpulkan oleh petugas sensus, antara lain jenis tanaman, luas lahan, teknik budidaya, dan profil petani berbasis nama dan alamat serta model irigasi, status kepemilikan tanah, struktur demografi petani (mencakup petani milenial). Informasi terkait UMKM dan pelaku usaha di bidang pertanian juga digali.
Prof. Dr. D.S. Priyarsono, M. Sc anggota Forum Masyarakat Statistik (FMS) bersama kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Yogyakarta Mainil Asni,SE. ME dan kepala BPS DIY Ir. Herum Fajarwati,MM beserta jajaran Senin, 26/06/2023 melaksanakan agenda Sensus Pertanian 2023 di Tegal Anggur Gg. Rajawali, Tegalrejo, Kec. Tegalrejo, Kota Yogyakarta.
Prof. Dr. D.S. Priyarsono, M. Sc usai melaksanakan pemotongan anggur dilokasi menyampaikan banyak hal terkait upaya upaya melalui sensus pertanian khususnya di kota Yogya yang secara data telah mengalami surplus hasil pertanian sehingga bisa memasok ke wilayah lain di luar kota Yogya, yang berarti ketahanan pangan cukup bisa menjadi andalan meski di kota relatif minim lahan pertanian hanya memanfaatkan dinding, pot, pinggir jalan, lahan tidur dan modifikasi sistem tanam yang lain.

Target sensus sekitar 276 kelompok tani di kota tergister bisa semuanya tercatat dan terpantau kondisi real lapangannya semakin memperkuat ketahanan pangan kota Yogya khususnya dan di daerah lain pada umumnya,” imbuh Mainil Asni
Eka Yulianta ketua kelompok tani Tegal Anggur Tompeyan menyatakan dalam kerangka sensus pertanian 2023 ada hal baru karena konsep tani kota di jogja adalah berbasis wisata, berbeda dengan konsep umumnya yang sekedar menjual hasil pertanian di pasar, nilai estetika/keindahan, daya pesona wisata pertanian dan pengembangkan produk pasca panen seperti jus, puding, stik dan keripik. Produk-produk tersebut telah diolah dalam kemasan dan dipajang di etalase untuk dijual, menjadi kekuatan tersendiri bagi Tegal Anggur dalam menggarap lahan terbatas namun nemiliki daya saing yang sangat besar dan membuat lompatan lompatan baru dalam dunia pertanian yang bisa dicontoh oleh banyak wilayah lain,” terang Eka. (***)
