SUNMARINDO.COM (Jakarta)- Indonesia International Institute for Life Science (i3L) mengadakan program pertamanya di Sabtu (5/8/2023) yaitu acara Sosialisasi dan Workshop Pemilahan dan Pengolahan Sampah serta Penanaman Rimpang di Karang Taruna Penggilingan. Acara dipandu Junaida Astina, S.Gz., Ph.D. yang diawali sambutan Rektor i3L Katherine, S.T., Ph.D, berharap  kegiatan ini dapat bermanfaat tidak hanya bagi Karang Taruna Penggilingan, tetapi bermanfaat bagi masyarakat luas. Di acara ini Karang Taruna Penggilingan yang diwakili Suhari, mengharapkan agar kegiatan ini berjalan berkelanjutan sehingga manfaat yang didapatkan akan terus ada dan dapat meningkatkan pendapatan Karang Taruna Penggilingan termasuk anggotanya.

Indonesia International Institute for Life Science (i3L), sebagai salah satu perguruan tinggi memiliki kewajiban untuk melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi salah satunya yaitu pengabdian kepada masyarakat atau corporate social responsibility (CSR). Dalam rangka pelaksanaan CSR, tim CSR i3L membuat program pengabdian masyarakat yang didanai DRPM DIKTI Kemendikbud melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM). Program CSR ini diusulkan oleh tim dari i3L yang diketuai oleh  Desak Putu Ariska Pradnya Dewi, S.T.P., M.Sc., yang merupakan dosen Departemen Teknologi Pangan, i3L. Kegiatan yang berjudul Diversifikasi Pangan Fungsional dan Pemanfaatan Hasil Daur Ulang Sampah Organik di Karang Taruna Penggilingan. Kegiatan ini dirancang sejak Bulan April 2023 dan dilaksanakan pada Bulan Agustus dan September 2023 serta akan terus dimonitor setiap bulan.

Dalam pelaksanaan program ini, tim CSR i3L menggandeng Karang Taruna Penggilingan sebagai mitra yang akan membantu dalam proses realisasi program. Kegiatan utama dalam program ini yaitu penyuluhan dilanjutkan dengan pelatihan pengolahan sampah yang disampaikan oleh perwakilan mahasiswa Departemen Bioteknologi, i3L yaitu Louis dan Priscilla. Kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan dan pelatihan budidaya tanaman rimpang oleh Dosen Teknologi Pangan i3L yaitu Sulkhan Windrayahya, S.T.P., M.Sc. yang menjelaskan tentang manfaat tanaman rimpang yaitu jahe, temulawak, kunyit dan khususnya kunir putih jenis mangga yang bermanfaat bagi kesehatan.

Selain itu, Sulkhan, juga pengurus CV Windra Mekar yang bergerak di bidang pengolahan rimpang-rimpangan, menjelaskan tentang budidaya rimpang dengan polybag. Hasil dari budidaya ini nantinya akan digunakan dalam kegiatan pelatihan pengolahan biskuit dan minuman kombucha berbahan dasar jahe dan temulawak yang akan dilaksanakan Bulan September yang akan datang. Kegiatan ini dihadiri peserta dari perwakilan Karang Taruna Kelurahan Penggilingan, Karang Taruna Kecamatan Cakung, ibu-ibu Kampung Tangguh Jaya RW 09, dan Ibu-ibu PKK Kelurahan Penggilingan. Selama kegiatan berlangsung, peserta sangat antusias dalam mendengarkan materi dan dalam mengikuti pelatihan, terbukti dengan adanya diskusi interaktif dan keaktifan peserta dalam mempraktekkan pengolahan sampah secara langsung. Diskusi dimulai dengan pertanyaan menarik dari Fariansyah terkait dengan contoh sampah B3 dan sampah popok instan bayi. Kemudian Katherine, S.T., Ph.D. menjawab dengan penjelasan terkait contoh sampah B3 seperti baterai, pestisida, dan bahan kimia. Selain itu Katherine juga menjelaskan bahwa popok bukan termasuk sampah B3 karena aman digunakan oleh bayi. Ani dari Kampung Tangguh Jaya juga menambahkan bahwa sampah popok instan bayi memiliki nilai jual yang mahal apabila dikumpulkan di bank sampah.

Program ini diakhiri dengan penyerahan alat untuk pengomposan dan budidaya tanaman rimpang dari Tim CSR i3L kepada Karang Taruna Penggilingan yang diwakili oleh Bapak Asep selaku wakil ketua dan disaksikan oleh perwakilan dari ibu-ibu PKK dan ibu-ibu Kampung Tangguh Jaya RW 09 Kelurahan Penggilingan. Dengan adanya pemberian fasilitas pengolahan sampah ini, diharapkan Karang Taruna Penggilingan dapat menjadi contoh untuk masyarakat Kelurahan Penggilingan dalam pelaksanaan pemilahan dan pengolahan sampah dalam kesehariaanya. Selain itu, hasil dari pengolahan sampah dapat digunakan sebagai kompos sehingga dapat meningkatkan hasil budidaya tanaman rimpang.(RLS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *