
Workshop dengan tema ‘Penguatan JBM dan Literasi keluarga’, Sabtu (26/8/23) – (Foto : Agus Susanto)
SUNMARINDO.COM (Yogyakarta) – Koordinator Wilayah Jam Belajar Masyarakat (JBM) Umbulharjo Yogyakarta mendapat program dari Kemantren Umbulharjo Yogyakarta mengadakan workshop yang menjadi usulan di Musrebang 2022 yang lalu. Workshop dilaksanakan di Bokoe Theoterapy di Muja Muju Umbulharjo Yogyakarta Sabtu (26/8/23).
Korwil JBM Umbulharjo dibantu mahasiswa KKN Unisa Yogyakarta di Kemantren Umbulharjo Yogyakarta mengadakan workshop dengan tema : ‘Penguatan JBM dan Literasi keluarga’ disampaikan oleh tiga narasumber yaitu Cahyana, Ketua JBM Kota Yogyakarta, Dwi Churnia Handayani S.Sos, TBM Saung Pasinaon dan Billy Phanega, Pengelola Sekolah Syakila dan Bokoe Theoterapy, dengan moderator Fajar Nur R.
Sasaran program ini adalah para pendamping JBM, pengelola Taman Baca Mandiri (TBM) dan Kampung Baca yang ada di kemantren Umbulharjo Yogyakarta. Harapannya mempunyai visi misi yang sama untuk berkegiatan positif di wilayah, yaitu dengan kemasan yang di buat menyesuaikan kebutuhan dan kemampuan wilayah.
“Kegiatan seperti ini harapannya rutin diadakan agar saling sharing antar penggiat literasi dalam membuat kegiatan. Selain itu kegiatan seperti ini menambah silaturahim dan wawasan informasi baru,” ujar Fajar Nur R, Korwil JBM Umbulharjo Yogyakarta.
Cahyana membahas tentang penting pendamping di wilayah mengenai Kelompok Kerja (Pokja) wilayah, ide kreatif dan laporan JBM yang telah di buat dilaporkan secara rutin.
“Kegiatan JBM ini sebagai icon Kota Yogyakarta selaku kota Pendidikan. Bisa di lanjutkan dan dilestarikan serta berkolaborasi dengan Lembaga atau komunitas yang ada diwilayah,” jelas Cahyana
Sedangkan Dwi Churnia Handayani S.Sos, menyampaikan materi mengenai peran keluarga sangat penting demi terwujudnya kenyamanan. Kenyamanan di bentuk dengan adanya komunikasi yang di bangun dari keluarga.

“Komunikasi harus dijalin di keluarga, yaitu ada dua hal yang penting, pertama need assessment, adalah ketika mau mengadakan kegiatan diwilayah dan berapapun jumlah peserta yang ikut kegiatan tetap di jalankan. Kedua, jangan putus asa Ketika peserta yang datang hanya sedikit,” kata Dwi Churnia Handayani S.Sos
Lalu, narasumber ketiga Billy Phanega, Pengelola sekolah Syakila dan Bokoe Theoterapy menyampaikan berikan ruang kepada anak-anak untuk berkarya. Jangan batasi dengan aturan-aturan yang dibuat orang dewasa.

“Tugas kita hanya mengarahkan kegiatan positif kepada anak-anak. Selalu bergerak dan berdampak untuk kegiatan positif yang lebih baik,”jelas Billy Phanega. (AGS)
