SUNMARINDO.COM (MAGELANG) – Sun Marino Indonesia siap bersinergi mewujudkan tagline SMK Muhammadiyah 2 Muntilan “Migran Jadi Juragan”. Tagline tersebut sangat relevan dengan cita-cita Sun Marino Indonesia “Kerja Keliling Dunia Pulang Jadi Pengusaha”.

Direktur Sun Marino Indonesia, Ariyanto SE MM mengatakan hal tersebut ketika berbincang santai dengan BKK SMK Muhammadiyah 2 Muntilan, Aris Hidayullah di ruang BKK setempat sebelum melakukan sosialisasi Kerja Keliling Dunia Pulang Jadi Pengusaha.
“Migran Jadi Juragan, sejalan dengan Kerja Keliling Dunia Pulang Jadi Pengusaha. Mari Pak, kita sama-sama bersinergi mewujudkan tagline tersebut untuk mengangkat nama SMK Muh 2 Muntilan. Insyallah, bersama kita bisa,” ujar Ariyanto kemarin.

Ariyanto menjelaskan bahwa ide keliling dunia selama ini seolah hanya bisa dilakukan kalangan tertentu, seperti pejabat tinggi dan orang-orang kaya, sedang masyarakat umum sepertinya sulit. Namun sebenarnya, lanjut dia, masyarakat umum pun mudah untuk bisa keliling dunia bahkan bisa gratis. “Tips realistis bisa berkeliling dunia itu, ya dengan menjadi kru kapal pesiar. Selain gratis, juga dibayar dengan standar gaji yang tinggi.”
Rabu, 1 Februari 2023 kemarin, Sun Marino Indonesia di hadapan ratusan siswa siswa SMK Muhammadiyah 2 Muntilan melakukan sosialisasi Kerja Keliling Dunia Pulang di aula SMK setempat. Mereka fokus mendengarkan Direktur Sun Marino Indonesia, Ariyanto, memberikan pemaparan tentang kerja keliling dunia dan peluang kerja di kapal pesiar atau hotel internasional.
Ariyanto mengatakan bahwa perempuan Indonesia tidak perlu khawatir untuk menjadi tenaga professional di luar negeri karena adanya perlindungan dari hukum ketenagakerjaan internasional dari badan lembaga di bawah PBB (ILO). “Crew perempuan di kapal pesiar insyaAllah aman. Ada perlindungan terhadap kekerasan seksual dan HAM di bawah pengawasan International Labour Organisation (ILO). Pelecehan seksual (sexual harrasement) tidak harus sampai perkosaan, namun mencolek dan mengedipkan mata terhadap lawan jenis dengan tendensi negatif aja sudah masuk pelecehan seksual. Sehingga kalau korban tidak diterima atas pelecehan tersebut dan melaporkan kasus itu, pelaku akan dikenai sanksi,” ujarnya.

BKK SMK Muhammadiyah 2 Muntilan Jateng, Aris Hidayatulloh, mengatakan, SMK Muhammadiyah 2 Mutilan memiliki tagline “Migran Jadi Juragan” menjadi brand SMK Mudamu. Menurut dia, saat ini anak-anak muda dengan gaji UMR rata-rata di Indonesia belum bisa mengangkat derajat keluarga. Karena itu, dengan adanya tagline tersebut, diharapkan membantu anak agar mau menjadi migran atau mengembara ke negara tetangga dengan tekat mengumpulkan uang. Dengan bekerja di luar negeri dengan gaji memadai bisa meningkatkan kesejahteraan dan derajat keluarga dari pada kerja di perusahaan lokal dengan gaji UMR yang sangat terbatas untuk memenuhi kebutuhan apalagi untuk mengumpulkan modal. “Kerja di luar negeri, sekali menyelesaikan kontrak bisa membawa pulang uang rata-rata Rp100.000.000. Ini lah Migran Jadi Juragan, dengan kerja bekerja 2 – 3 tahun saja bisa mengumpulkan uang untuk modal usaha. Karena itu sangat tepat bila SMK Muh 2 Muntilan bersinergi dengan LP2K Sun Marino Indonesia karena fokus pada hal yang sama yaitu Kerja Keliling Dunia Pulang Jadi Pengusaha. (FOTO/LIPUTAN : TOR)
