
Reporter: K. Herman S.
SUNMARINDO.COM (Yogyakarta) – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Daerah Istimewa Yogyakarta (Kesbangpol DIY) melaksanakan kegiatan workshop pendidikan politik bagi organisasi masyarakat (Ormas) yang terselenggara Rabu (9/08/23) di Hotel Abadi Malioboro Jogja by Tritama Hospitally – Jl. Ps. Kembang No.49, Sosromenduran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Tema besar peran strategi ormas dalam pemilu 2024 disampaikan oleh beberapa narasumber yang sangat berkompeten di bidangnya. Aaa
Nurmey Nurul Chaq. M.Psi Psikolog UGM melaksanakan kegiatan pemetaan potensi dan peran ormas dalam pemilu damai dalam menghadapi fakta hoax. Ormas wajib memfilter peredaran hoax yang masih marak dan berhenti di ormas saja, tidak perlu terlibat menyebarkan.
Dosen Politik dan Pemerintahan UGM Afath Bagus Panuntun El Nur Indonesia, SIP., MA. membahas media dan politik saat ini dan peran ormas. Paradok ormas dalam politik sebagai organisasi penengah tetapi banyak yang partisan, berafiliasi boleh, sikap partisan jangan. Nalar kritis tak boleh tumpul meskipun berafiliasi, stigma negatif masyarakat negatif masyarakat tentang ormas rusuh, mengemis dana dsb. Pemilu dan keadilan antargenerasi untuk mereformasi partai politik untuk generasi mendatang. Parpol saat ini belum bisa direformasi saat ini sehingga masih menjadi problem. Ormas menjadi penengah penghubung pemerintah dan masyarakat. Intermediary actor antara lain Parpol, media, kelompok kepentingan, organisasi keagamaan. Polarisasi politik perlu dicermati ormas dalam pemilu 2024. Reformasi, restorasi dan revolusi telah dilalui bangsa ini. Kunci keberhasilan berada di integritas, iptek, dinamis, dan kolaborasi
Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU DIY Ahmad Shidqi memberikan informasi kepada ormas terkait tahapan pemilu 2024 yang diikuti 18 parpol terverifikasi KPU. Peran Ormas dalam meningkatkan partisipasi pemilu 2024: mitra strategis KPU dalam sosialisasi dan pendidikan politik, menjadi aktor dalam pemantauan pemilu, penyedia SDM bagi penyelenggara pemilu, unsur pencegahan bagi konflik pemilu, supporting system bagi penyelenggaraan pemilu.

Adapun ormas dan mitra yang diundang Workshop adalah Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) DIY, Kammi Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (Kammi), Komite Nasional Pengendalian dan Pemanfaatan Lingkungan Hidup (Komnas PPLH), Perkumpulan Pemuda Katholik DIY, Yayasan Seruang DIY. (***)
