
Reporter: K. Herman S
SUNMARINDO.COM (Yogyakarta) – Anna Iritasari Staf Biro Kerjasama dan Relasi Publik Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) bersama Undhira Bali mempunyai program bersama Summer Camp dengan tema visual Ethnography yang diikuti oleh 17 mahasiswa dari Jepang, Jerman, Filipina dan Indonesia. Tujuan program lebih kepengenalan budaya dan kehidupan keseharian di Bali dan Jogjakarta dari perspektip Ethnography. Kunjungan dilakukan ke gereja, candi, Kraton, pasar tradisional dan komunitas komunitas yang punya perhatian ke isu isu tertentu. Summer Camp hari ini berlangsung Rabu (9/8/23) di Kebun Sayur Organik Kelompok Tani Gemah Ripah RW.09 Bausasran Danurejan Yogyakarta.
Ketua Gapoktan Kelurahan Bausasran Mohammad Esperanza, A.Md berharap perkembangan potensi masing masing kelompok tani (PokTan) baik Sumber Daya Manusia (SDA) maupun inovasi Produk yang dihasilkan dari budidaya tanaman pangan (hortikultura ), baik di kampung sayur Bausasran khususnya maupun wilayah kelurahan Bausasran pada umumnya. Prestasi yang pernah diraih sebagai juara 1 lomba kampung sayur tingkat kota Jogjakarta dan lomba Pengembangan Pembangunan Daerah (PPD) dari Bappenas juara 1 tingkat nasional dengan konsep lorong sayur atau urban farming bisa memacu pengembangan di semua wilayah Nusantara,” tutup Reza panggilan akrab Esperanza.
Mantri Anom Kemantren Danurejan Narutama, SSTP. M.Si berkata kerjasama dengan UKDW wilayahnya telah terjalin sejak 2015 mulai dari urban farming pelatihan, bibit tanaman, promosi wilayah selalu disupport oleh UKDW. UKDW yang saat ini bekerjasama pertukaran mahasiswa Jepang, Jerman, Filipina dan Indonesia selama 1 minggu mereka belajar tentang isu urban farming diberbagai wilayah salah satunya di wilayah Bausasran yang diharapkan menimbulkan efek positif ke banyak wilayah lain, kegiatan yang dilaksanakan meliputi berbagai olahan bahan dari kebun, yang telah dipasarkan secara online maupun lewat gandeng gendong program pemerintah Kota Yogyakarta.

Kepala Dinas Pertanian Suyono bangga atas kunjungan yang terjadi saat ini bisa menjadi percontohan bagi wilayah lain di kota Jogjakarta sekaligus membuka acara Summer Camp di kebun sayur organik Gemah Ripah.
Winayarti ketua kelompok tani Gemah Ripah Bausasran yang ketempatan terselenggaranya acara mencoba menularkan kegiatan urban farming baik masyarakat kota Jogja, Indonesia maupun dunia melalui pendidikan khususnya, seperti program Summer Camp yang diikuti dari Jepang, Jerman Filipina, dan Indonesia. Bukan saja menanam dan panen, mengolah inovasi produk dan marketing penjualan terus ditingkatkan. Inti dari kegiatan adalah untuk ketahanan pangan, pengentasan stunting.
Ketua Umum Asosiasi Petani Sayur Kota Yogyakarta ( APSKY ) Drs. Heroe Poerwadi, MA. menyampaikan terkait isu perubahan iklim upaya memberikan tutupan hijau, strategi jogja untuk antisipasi perubahan iklim, mencoba memanfaatkan lahan lahan sempit dikota Jogja untuk pengembalian hijauan bila kelompok tani yang mencapai 276 kelompok bisa memberikan kontribusi penghijauan di lahan lahan sempit . Salah satu kiprah anak muda di pertanian dan inovasi di bidang pertanian serta pemanfaatkan lahan sempit akan mendongkrak ketahanan pangan dan penghijauan serta penurunan iklim di wilayah.

Sementara Ketua LPMK Bausasran Setiadjid bangga atas keberhasilan pengelolaan kelompok tani yang bisa mendongkrak kunjungan ke wilayahnya dengan berbagai program yang berjalan dan diharapkan tetap semangat untuk bersama sama memajukan wilayah. (**)
